DENPASAR – Sebanyak 237 mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali resmi menyandang gelar akademik setelah mengikuti Wisuda Sarjana XLIX dan Magister II di The Meru Sanur, Denpasar, Selasa (18/8). Momen bahagia itu sekaligus menjadi pengingat agar para lulusan tidak melupakan jasa orang tua di balik keberhasilan mereka.
Dalam sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat UPMI Bali Prof. Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd., sebanyak 231 lulusan sarjana dan enam magister dilepas. Mereka berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) 67 orang, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 63 orang, serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 107 orang.
Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengatakan, wisuda merupakan momentum ketika seluruh perjuangan mahasiswa menemukan jawabannya. Namun, di balik toga dan gelar yang dikenakan, ada pengorbanan orang tua yang tidak boleh dilupakan.
“Orang tua adalah samudera kasih yang tak pernah habis. Kasih mereka tak pernah meminta balas, tetapi ikhlas,” kata Made Suarta.
Ia juga mengingatkan, kesuksesan tidak semata-mata diukur dari gelar atau pekerjaan yang diperoleh. Lulusan, kata dia, harus mampu memberikan makna dan manfaat bagi orang lain.
“Jangan mencari pekerjaan, tapi ciptakan pekerjaan. Gelar ini bukan untuk dipajang, tapi untuk dibuktikan dengan karya,” tegasnya.
Pada wisuda kali ini, sejumlah lulusan mencatat prestasi akademik membanggakan. Ni Putu Srinadi Dewi dari Prodi Pendidikan Ekonomi dan I Gusti Ketut Adnyani dari Prodi Pendidikan Matematika menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,99, keduanya berpredikat Dengan Pujian.

Dengan bertambahnya 237 lulusan tersebut, jumlah alumni UPMI Bali dan pendahulunya, IKIP PGRI Bali, hingga Agustus 2026 mencapai 25.573 orang. Sebanyak 23.789 merupakan alumni IKIP PGRI Bali dan 1.784 alumni UPMI Bali.
Kepala LLDikti Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi menilai UPMI Bali terus memperkuat kualitas sumber daya manusianya. Saat ini, UPMI Bali memiliki 41 doktor atau sekitar 32 persen dari total dosen, yang disebutnya telah melampaui standar.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster melalui sambutan yang dibacakan Asisten III Setda Bali Dr. I Wayan Serinah berpesan agar para lulusan menjadi SDM Bali yang unggul dan berintegritas.
“Di balik setiap toga yang dikenakan ada hasil panen yang disisihkan, ada kebutuhan yang ditunda untuk kesuksesan Anda. Jadi jangan lupakan jasa orang tua,” pesannya. (HUMAS)
