DENPASAR – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya mutu di lingkungan universitas. Kegiatan yang berlangsung Jumat (25/9) tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi capaian kinerja program studi, meninjau hasil audit mutu internal, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPM dan Akreditasi) UPMI Bal ini diikuti jajaran Rektorat dan segenap pejabat dari seluruh fakultas dan program studi di lingkungan UPMI Bali. Ketua BPM dan Akreditasi UPMI Bali, Dr. Kadek Adhi Dwipayana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, RTM sangat penting sebagai forum untuk meninjau capaian kinerja program studi, mengevaluasi hasil audit mutu internal, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan mutu secara berkelanjutan.
Ia pun mengatakan bahwa RTM tidak semestinya berhenti pada pencatatan hasil evaluasi. Menurutnya, temuan dan capaian yang diperoleh melalui proses evaluasi perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata oleh seluruh unsur di lingkungan universitas.

“Melalui RTM, hasil evaluasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bahan pencatatan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui kerja nyata oleh seluruh unsur di lingkungan UPMI Bali. Evaluasi mutu dan capaian program studi menjadi tanggung jawab bersama untuk mendorong peningkatan kualitas serta perkembangan universitas,” ujarnya.
Setelah pemaparan hasil audit mutu internal dan tindakan koreksi oleh BPM, pada kesempatan tersebut juga disampaikan tanggapan atau klarifikasi sekaligus rencana tindak lanjut oleh masing-masing fakultas. Selain itu juga disampaikan pengarahan terkait pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada periode berikutnya oleh Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI).

Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. dalam pengarahannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan berbagai program sekaligus menghadapi tantangan universitas. “Kita tidak bisa mengerjakannya sendiri, kita harus mengerjakannya secara bersama,” tegasnya.
Pesan itu dimaksudkan untuk mengingatkan pentingnya keterlibatan dan sinergi seluruh civitas akademika. Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan kerja sama antarsatuan kerja, hasil RTM diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menentukan langkah strategis peningkatan mutu universitas ke depan.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada tiga program studi dengan jumlah temuan paling rendah berdasarkan hasil evaluasi, yakni Program Studi Seni Rupa, Program Studi PPG, dan Program Studi Matematika.
Adhi Dwipayana mengingatkan bahwa capaian tersebut bukan sesuatu yang bersifat permanen. “Tahun depan bisa saja berubah, karena ini berkaitan dengan upaya perbaikan dengan melengkapi tagihan dokumen dan pelaporan lainnya,” katanya. (HUMAS)
