BUKAN Gus Tolet namanya kalau tidak punya ide spontan yang kreatif. Ketika hadir untuk berbagi dengan calon wisudawan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Jumat (14/8) lalu, di akhir sesi ia malah menantang ratusan peserta. “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju handmade_campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan. Hayo, siapa yang mau?” tantangnya.
Entah karena belum yakin dengan tawaran itu, atau masih ragu apakah Gus Tolet serius atau tidak, tak ada yang menjawab. Hingga akhirnya Gus Tolet menyampaikan, “begini saja. Saya tunggu, kalau ada yang berminat, silakan DM saya.”
Bukan tanpa alasan, pria Bernama asli Ida Bagus Agung Brahmadiguna itu mengaku kagum, karena ternyata masih banyak anak muda yang berminat dan semangat menjadi guru. “Ini wow …, saya benar-benar tidak menyangka. Kalian akan melakukan hal yang penting, mendidik generasi berikutnya, bagi saya, ini keren,” katanya lagi.
Awalnya, Gus Tolet berbagi mengenai masa lalu yang awalnya tak mulus-mulus saja, lalu mencoba beberapa pekerjaan, menemukan passion di dunia desain, hingga membuat brand sendiri dan membuka toko pakaian. Ide kreatifnya terus berkembang dengan membentuk komunitas, menggagas sejumlah acara, bahkan melakukan berbagai kegiatan sosial. Maka ketika mengetahui Sebagian besar calon wisudawan UPMI Bali akan melanjutkan berkarier di dunia pendidikan, ia mengaku salut.
Nah, setelah diwisuda dan terjun ke masyarakat, apakah akan memilih menjadi guru atau mencoba bidang lain seperti industri kreatif, baginya poin penting bukan di sana. Mengawali sesuatu dari yang kita suka, lalu dari sana bisa berkembang ke hal lain. Seperti di media sosial, tak sedikit guru yang juga ngonten dan sukses. Tentu yang dibahas ya masalah Pendidikan.
“Kalau kalian punya ide dan mau mencoba, jangan terlalu banyak bertimbang ujung-ujungnya ngga jadi melangkah. “Jeg gas saja dulu, curhatnya belakangan. Bisa tidak bisa itu tentang kemampuan, kuat tidak kuat itu tentang mental,” ujarnya.

Pembekalan pengembangan karier bagi calon wisudawan UPMI Bali tahun 2026, menurut Ketua panitia kegiatan yang juga Kepala Pusat Pengembangan Karier (PPK) dan Tracer Study UPMI Bali, Luh Putu Swandewi Antari, S.H., M.H., memang sengaja menggandeng narasumber dari kalangan praktisi juga akademisi. Dengan harapan tidak hanya membuka wawasan calon wisudawan akan peluang karier, tetapi juga makin mantap melangkah meniti masa depan.
Selain Gus Tolet, turut menyemangati calon wisudawan untuk semangat menatap masa depan, Dr. I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika, S.Pd., M.Pd. Koordinator Prodi Pendirikan Profesi Guru (PPG) UPMI Bali ini memaparkan peluang meningkatkan karier sebagai tenaga pendidik. Termasuk bagaimana mengisi kesempatan kerja sebagai guru professional dengan mengikuti program PPG.
“Kalau ada yang bertanya setelah diwisuda nanti mau jadi apa? Kalian bisa memilih menjadi guru atau memilih berkarier di bidang lain. Tapi kalau bisa dipilih dan dijalankan keduanya, kenapa tidak?” demikian Gung Trisna. (HUMAS)

