Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Pulau Lombok, 21–23 Mei 2026. Kegiatan bertajuk “Mlantjaran ka Sasak: Menapak Jejak Bahasa dan Seni di Pulau Lombok” itu sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan akademik, pengembangan wawasan kebahasaan, kesastraan, kesenian, dan kebudayaan serta perluasan jaringan kerja sama institusional.
“Tema Mlantjaran ka Sasak diilhami oleh novel Bali modern karya Gde Srawana alias I Wayan Badra yang judulnya sama. Novel itu terbit tahun 1936 atau 90 tahun silam. Novel itu memang kisah cinta segi tiga bernuansa multikultural Bali dan Lombok, namun juga dapat dijadikan model dari studi sastra pariwisata, yakni pengembangan industri pariwisata berbasis bahasa, sastra, seni, dan budaya,” kata Dekan FBS UPMI Bali, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum.
KKL kali ini melibatkan 55 orang mahasiswa dari empat program studi, yaitu Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik; Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah; Pendidikan Seni Rupa; serta Pendidikan Bahasa Bali. Mereka didampingi 12 orang dosen dan empat orang tenaga kependidikan.

Menurut Ketua Panitia, I Gede Gusman Adigunawan, S.Sn., M.Sn. KKL ini merupakan agenda rutin tahunan yang wajib diikuti mahasiswa FBS. KKL semester genap 2025/2026 ini diikuti mahasiswa semester IV.
“KKL ini juga dikaitkan dengan mata kuliah Kewirausahaan. Selain mengenal kampus lain, melaksanakan seminar akademik, menggarap pertunjukan kolaborasi, mereka juga diajak mengenal lapangan kewirausahaan dalam bidang bahasa dan seni, terutama berkaitan dengan sastra dan seni untuk pariwisata seperti studi lapangan di Desa Adat Sasak Sade yang merupakan desa wisata unggulan di Pulau Lombok,” kata Gusman.
Rombongan berangkat dari Kampus UPMI Bali pada 21 Mei 2026 dan tiba di Kota Mataram melalui Pelabuhan Lembar. Setibanya di Lombok, peserta melaksanakan persembahyangan di Pura Pancaka Mataram sebagai bentuk penyucian diri serta persiapan moral dan spiritual sebelum memasuki rangkaian kegiatan akademik dan budaya.

Penandatanganan Kerja Sama FBS UPMI dan FDA IAHN Gde Pudja Mataram
Pada tanggal 22 Mei 2026, rombongan menghadiri kegiatan akademik di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram. Kunjungan FBS UPMI Bali disambut Wakil Rektor (WR) I IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Joko Prayitno, S.Ag., S.T., M.Pd.H., Wakil Rektor II, Dr. I Gusti Ayu Aditi, S.H., M.H., Dekan Fakultas Dharma Acarya, Prof. Dr. Siti Zaenab, S.Ag., M.Pd., CIQar. beserta jajaran dan para ketua prodi di lingkungan Fakultas Dharma Acarya.
Joko Prayitno dan Siti Zaneb menyambut baik dan merasa bangga karena FBS UPMI Bali memilih IAHN Gde Pudja Mataram sebagai tujuan kunjungan. Keduanya berharap agar kerja sama yang terjalin akan terus ditingkatkan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dekan FBS UPMI, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., menyebut Bali dan Lombok tidak hanya dekat dari sisi jarak, tetapi juga dekat secara kultural dan historis. Karena itu, kerja sama di antara kedua perguruan tinggi, UPMI Bali dan IAHN Gde Pudja Mataram, akan lebih mudah dijalankan dan produktif bagi kemajuan kedua institusi.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPMI Bali dan IAHN Gde Pudja Mataram, Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FBS UPMI Bali dan Fakultas Dharma Acarya IAHN Gde Pudja Mataram, dan Implementation Arangement (IA) antara prodi di kedua fakultas. Penandatanganan dokumen kerja sama itu sebagai dasar penguatan kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai implementasi kerja sama, saat itu juga dilaksanakan kegiatan seminar akademik dengan menampilkan perwakilan mahasiswa dari kedua lembaga. Mereka berdiskusi dengan tema “Harmonisasi Seni, Bahasa, dan Agama dalam Bingkai Kearifan Lokal sebagai Penguat Identitas Budaya Mahasiswa.” Seminar tersebut menjadi forum formal pertukaran pemikiran antarmahasiswa dan dosen dari kedua institusi terkait peran bahasa dan seni dalam pengembangan identitas budaya.

Selain seminar akademik mahasiswa, rombongan dosen FBS UPMI Bali dan Fakultas Dharma Acarya IAHN Gde Pudja Mataram juga mengadakan benchmarking mengenai pengelolaan jurnal ilmiah serta tugas akhir nonskripsi. Kedua lembaga bersepakat untuk saling bertukar reviewer dan berpartisipasi mengirim artikel ke jurnal dan prosiding masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan pementasan seni “Semesta Imaji: Panggung, Rupa, dan Puisi” yang diinisiasi oleh mahasiswa kedua institusi.

Penandatanganan Kerja Sama FBS UPMI dan FBMB Undikma

Pada siang hari, rombongan melanjutkan agenda ke Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma). Selain penandatangana PKS antara Dekan FBS UPMI Bali, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., dan Dekan Fakultas Budaya, Manajemen dan Bisnis (FBMB) Undikma, Dra. Sri Sukarni, M.Pd., di kampus yang dulu bernama IKIP Mataram itu juga dilaksanakan workshop seni lukis tradisional Bali bertema “Tradisi dalam Warna” yang diikuti oleh mahasiswa Jurusan Seni Rupa Undikma sebagai peserta utama. Workshop ini menghadirkan Kaprodi Pendidikan Seni Rupa FBS UPMI Bali, Dr. Ni Putu Laras Purnamasari, S.Sn., M.A., sebagai narasumber. Dia yang menyampaikan kajian komprehensif mengenai filosofi, teknik, serta nilai estetika seni lukis tradisional Bali.

Sebagai bagian dari penguatan pemahaman budaya lokal, rombongan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Adat Sasak Sade pada sore hari. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai tradisi lisan, kesenian, arsitektur adat, serta struktur sosial budaya masyarakat Sasak dengan narasumber tokoh pemuda Sasak Sade, Amak Epa. Melalui dialog dengan tetua adat dan observasi lapangan, mahasiswa mendapatkan perspektif kontekstual yang relevan dengan pengembangan ilmu bahasa dan seni.

Rangkaian kegiatan pada hari tersebut ditutup dengan kunjungan ke kawasan Mandalika dan Pantai Kuta Lombok untuk mengamati dinamika pariwisata serta interaksinya dengan pelestarian bahasa dan budaya lokal.

Pada 23 Mei 2026, rombongan bersiap kembali menuju Bali setelah singgah di pusat budaya dan kerajinan Sasaku. Perjalanan kembali ke Pelabuhan Padangbai berlangsung lancar, dan rombongan tiba di Denpasar pada malam hari.
Melalui kegiatan KKL “Mlancaran ka Sasak”, Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali berhasil memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang bahasa, seni, dan budaya melalui pendekatan akademik, observasi lapangan, serta kerja sama institusional.
“Selain menguatkan kompetensi mahasiswa melalui pengenalan lapangan kewirausahaan bidang bahasa, sastra, seni dan budaya, KKL ini juga penting bagi perluasan jejaring akademik yang strategis, serta mendukung terlaksananya program-program kerja sama yang berorientasi pada pengembangan kualitas pendidikan tinggi di masa mendatang,” tandas Dekan Sujaya. (*)
