UPMI Bali dan UKM Dorong Dosen Hasilkan Riset dan Publikasi Bereputasi

DENPASAR – Peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah menjadi fokus kolaborasi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melalui Visiting Lecture and International Collaborative Workshop in Proposal Research and Publication yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian, mengidentifikasi kesenjangan riset (research gap), serta menghasilkan publikasi ilmiah yang berpeluang menembus jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal terindeks Scopus dan Web of Science (WoS).

Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. dalam sambutannya berharap kegiatan akademik internasional tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para dosen. Selain mendukung peningkatan mutu dan kebutuhan akreditasi, kegiatan ini diharapkan melahirkan kerja sama konkret dalam penelitian dan publikasi bersama.

“Melalui kegiatan ini, UPMI Bali berupaya mendorong pengembangan budaya riset yang lebih produktif sekaligus memperluas peluang kolaborasi akademik lintas negara,” harapnya.

Pertemuan akademisi dari kedua perguruan tinggi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi tantangan penelitian serta publikasi di tingkat internasional. Pada hari pertama, Selasa (20/10), Dr. Wan Ahmad Munsif Wan Pa dari UKM menyampaikan materi mengenai paradigma penelitian dan landasan filosofis dalam menentukan metodologi. Pembahasan ini memberikan perspektif tentang pentingnya kesesuaian antara landasan filosofis, rumusan masalah, dan metode penelitian untuk menghasilkan karya ilmiah yang kuat secara akademik.

Selanjutnya, pada Rabu (21/10), workshop menghadirkan Prof. Abu Yazid Abu Bakar dari UKM dan Dr. AA Istri Mirah Dharmadewi, S.Si., M.Si. dari UPMI Bali. Materi mencakup strategi penulisan proposal penelitian, publikasi akademik, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mengeksplorasi kesenjangan penelitian dan mendukung proses penulisan ilmiah.

Sementara itu, Prof. Abu Yazid Abu Bakar menekankan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi lintas negara sebagai peluang untuk merancang program yang bermanfaat bagi kedua institusi sekaligus membangun jejaring akademik yang lebih luas.

Sebagai tindak lanjut, kolaborasi UPMI Bali dan UKM diarahkan pada penjajakan topik penelitian bersama, penyusunan manuskrip untuk publikasi kolaboratif, serta pengembangan peluang mobilitas mahasiswa dan dosen. Langkah tersebut diharapkan menjadikan kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi pengetahuan, melainkan awal dari proses kolaborasi riset yang berkelanjutan dan berdampak bagi kedua perguruan tinggi. (HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *