Oleh: Intan Kharisma Putri
MENGAPA kata “apotik” masih sering digunakan di ruang publik? Padahal bentuk bakunya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “apotek”. Kesalahan ini terlihat pada papan nama toko obat, spanduk usaha, hingga media promosi. Meskipun hal ini terlihat sederhana, penggunaan kata tidak baku di tempat umum dapat memengaruhi pemahaman masyarakat mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang benar.
Kata “apotek” merupakan bentuk baku yang telah ditetapkan dalam kaidah bahasa Indonesia. Namun karena kata “apotik” sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, banyak orang menganggap bentuk tersebut benar. Akibatnya, kesalahan tersebut terus berulang dan tersebar luas di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah belum sepenuhnya dipahami, bahkan dalam penamaan usaha yang dilihat oleh semua orang.
Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah. Selain pembinaan, sosialisasi penggunaan bahasa baku sangat penting dilakukan. Banyak masyarakat belum memahami bentuk kata yang benar karena kurangnya edukasi mengenai bahasa Indonesia baku.
Melalui pembinaan dan sosialisasi yang berkelanjutan, kesalahan penggunaan kata dapat dikurangi. Penggunaan bahasa Indonesia yang benar di ruang publik bukan hanya sekadar ejaan, tetapi cermin sikap menghargai bahasa nasional dan menjaga identitas suatu bangsa. Oleh karena itu, kesadaran berbahasa perlu ditanamkan kepada masyarakat agar terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah.
