GIANYAR — Dosen Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Dr. Anak Agung Gde Alit Geria, M.Si. kembali menorehkan prestasi di bidang literasi dan kebudayaan Hindu. Ia menerima Hindu Book Reader Community Award (HBRC) 2025 sebagai Penulis Buku Budaya Hindu Terbaik 2025 atas karya berjudul Singha Langghyala Parwa, sebuah kajian mendalam berbasis lontar kuno yang sarat ajaran leluhur.
Penganugerahan tersebut berlangsung pekan lalu, akhir Desember 2025 di UC Silver Gold, Batubulan, Sukawati, Gianyar. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden The Hindu Center of Indonesia, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III.
Dr. Anak Agung Gde Alit Geria, M.Si. yang berasal dari Banjar Petak, Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, dikenal konsisten mengabdikan diri pada pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali, khususnya di bidang pernaskahan lontar. Melalui bukunya, ia berupaya menghadirkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam teks-teks klasik Hindu agar tetap relevan dengan konteks kekinian.
“Saya sangat bahagia atas penghargaan ini. Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk lebih fokus dalam pengabdian di bidang bahasa, aksara, dan sastra Bali, terutama kajian pernaskahan lontar,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Penghargaan ini bukan kali pertama diraih oleh Dr. Anak Agung Gde Alit Geria. Sebelumnya, ia juga pernah menerima apresiasi serupa atas kontribusinya dalam pengembangan literasi dan kebudayaan Hindu Bali. Konsistensi karya dan dedikasinya dinilai memberikan sumbangan penting bagi upaya pelestarian warisan intelektual dan spiritual Nusantara. (HUMAS)
