GIANYAR – Mahasiswa harus mampu menggali potensi dan kebutuhan masyarakat secara mendalam, sekaligus membantu menyelesaikan persoalan desa, terutama pengelolaan sampah berbasis sumber. Pernyataan itu disampaikan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, saat membuka secara resmi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Rabu 18 Februari lalu di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati.
KKN tahun ini dilaksanakan di 16 banjar yang tersebar di Desa Singapadu, Singapadu Tengah, dan Singapadu Kaler. Sebanyak 226 mahasiswa diterjunkan selama satu bulan untuk terlibat langsung bersama masyarakat.
Bupati Mahayastra yang hadir bersama Ketua DPRD Gianyar, Ketut Sudarsana, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam membantu desa menghadapi berbagai tantangan. Selain pengelolaan sampah, ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor kesehatan, pengembangan Singapadu sebagai desa wisata, serta pelestarian seni dan budaya lokal.
Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., menjelaskan bahwa KKN selalu diselaraskan dengan visi kampus berbasis budaya dan nilai-nilai Tri Hita Karana. Tahun ini, fokus utama diarahkan pada gerakan pengelolaan sampah dari sumber sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Gubernur Bali.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta akademik, tetapi sebagai agen solusi yang ikut memecahkan persoalan sekaligus mengembangkan potensi lokal,” ujarnya.
Mahasiswa dibagi dalam sejumlah kelompok kerja, meliputi literasi digital masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga penguatan seni dan budaya. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen kampus memperluas akses pendidikan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana dengan kuota 100 kursi gratis untuk 14 program studi.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN sekaligus Kepala LPPM UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan mencakup aksi kebersihan lingkungan, edukasi digital, pengolahan sampah plastik, hingga penguatan potensi wisata desa. Luaran kegiatan akan dipublikasikan melalui jurnal ilmiah, media massa, serta dokumentasi video.
Menutup pembukaan, panitia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika dan menghormati kearifan lokal. KKN diharapkan menjadi ruang implementasi ilmu sekaligus mempererat sinergi antara kampus dan masyarakat.
Penulis: Bagus
