KLUNGKUNG – Sebanyak 310 civitas akademika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, terdiri atas 241 mahasiswa, dosen pendamping, dan panitia, turun langsung ke Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, dalam kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026. Mengusung tema “Bersinergi Membangun Desa melalui Teknologi dan Kearifan Lokal Berlandaskan Tri Hita Karana”, kegiatan ini menghadirkan beragam program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, ekonomi, dan lingkungan.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Wantilan Bale Agung, Banjar Kawan, Desa Timuhun, Jumat (10/7), dan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Kabupaten Klungkung, Ni Made Sulistyawati, S.H., M.H., mewakili Bupati Klungkung.
Ketua Panitia Baksos 2026, Prof. Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd., mengatakan bakti sosial merupakan agenda rutin UPMI Bali sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial, mengasah kepedulian, serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., mengajak masyarakat Desa Timuhun untuk terus mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis sumber yang dimulai dari rumah tangga sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan lestari.
Rektor juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang digagas Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat pemerataan akses pendidikan di Bali.
Kehadiran civitas akademika UPMI Bali mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Timuhun, Putu Arsana. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, di antaranya sosialisasi pendidikan, pelatihan teknologi informasi dan penulisan konten website desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), layanan kesehatan gratis, pengajaran aksara Bali, edukasi lingkungan, hingga pembuatan mural pada sejumlah fasilitas umum desa.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu (11/7) oleh Camat Banjarangkan, I Made Andhi Pramarta Putra, S.STP. Melalui Bakti Sosial 2026 ini, UPMI Bali berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin erat dalam mendukung pembangunan desa yang maju, mandiri, berdaya saing, serta tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (HUMAS)
