HUJAN deras sejak pagi hari tak menyurutkan langkah mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali. Minggu, 22 Februari lalu, mereka tetap berangkat dari Denpasar menuju Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, untuk mengikuti outing bertema jalan-jalan edukatif.
Bersama pembina, rombongan mengunjungi tiga lokasi: Alas Kedaton, Pura Gonjeng, dan Penerbit Pustaka Ekspresi. Meski cuaca kurang bersahabat, perjalanan berlangsung lancar dan rombongan tiba tepat waktu di setiap tujuan. Menariknya, kunjungan ini langsung didampingi oleh Perbekel Kukuh, I Made Sugianto, yang menjelaskan banyak hal tentang objek yang didatangi.

Di Alas Kedaton, mahasiswa diajak mengenal kawasan hutan yang asri sekaligus mengamati interaksi unik antara kera dan pengunjung. Beberapa wisatawan tampak berfoto dengan kalong (sejenis kelelawar) berukuran besar yang jinak, menjadi pengalaman menarik tersendiri.
“Alas Kedaton memang menarik untuk dikunjungi, banyak hal unik yang bisa dilihat di sini,” ujar Bu Made, salah seorang petugas setempat.
Di dalam kawasan tersebut berdiri Pura Dalem Kahyangan Kedaton, yang sejak lama menjadi tempat persembahyangan masyarakat sekitar. Tradisi dan berbagai pantangan masih dijaga dengan baik hingga kini, menegaskan bahwa kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan juga ruang sakral yang hidup dalam keseharian warga.
Perjalanan berlanjut ke Pura Gonjeng yang berada di kawasan cagar alam. Di sana, pemangku setempat menjelaskan sejarah dan asal-usul pura yang telah dijaga selama bertahun-tahun sebagai warisan budaya sekaligus pusat spiritual masyarakat. Mahasiswa tak hanya mendengar kisah sejarah, tetapi juga belajar memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara alam, budaya, dan keyakinan.

Kunjungan terakhir ke Penerbit Pustaka Ekspresi. Di tempat ini, mahasiswa mendapatkan gambaran proses panjang lahirnya sebuah buku—mulai dari naskah, penyuntingan, tata letak, hingga siap cetak. Obrolan ringan menegaskan satu pesan penting: dunia literasi menuntut konsistensi, ketekunan, dan keberanian berkarya.
Meski diguyur hujan sejak pagi, seluruh rangkaian outing berjalan sesuai rencana. Bagi anggota UKM Jurnalistik, perjalanan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan pengalaman belajar langsung dari alam, tradisi, dan dunia literasi—sebuah kelas lapangan yang tak tergantikan.
Penulis: Santi
