Fragmentari Bima Swarga Tampil di Bulan Bahasa Bali 2026

DENPASAR— Karya seni Fragmentari Bima Swarga dipentaskan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, 5 Februari lalu. Pementasan ini mengangkat kisah spiritual tokoh Bima dalam mengantarkan atma Sang Pandu dan Dewi Madri menuju keheningan abadi atau Sunya, sebagai wujud bakti seorang anak kepada leluhurnya.

Pementasan Bima Swarga dipentaskan oleh Sanggar Seni Widyaksara, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali. Karya ini merupakan kolaborasi 53 mahasiswa dan 7 dosen dari Prodi Sendratasik dan Bahasa Bali FBS UPMI Bali. Selain sebagai sajian artistik, pementasan ini juga menjadi media edukasi serta upaya pelestarian seni dan budaya Bali bagi generasi muda.

Kisah dimulai dari hadirnya isyarat niskala berupa kupu-kupu yang menuntun Bima menapaki “jalan sunyi”. Simbol tersebut merepresentasikan proses metamorfosis jiwa, dari keterikatan duniawi menuju kesucian. Dengan keteguhan menjalankan dharma, Bima berhasil menyempurnakan perjalanan atma orang tuanya, sekaligus menegaskan nilai luhur Atma Kerthi.

Pementasan ini disutradarai oleh Dr. I Gusti Made Dharma Putra, M.Sn. dengan komposisi musik garapan Kadek Agung Sari Wiguna, S.Sn., M.Sn. dan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. Koreografi digarap melalui kolaborasi mahasiswa Program Studi Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, dengan koordinator I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn.

Penulis: Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *