Oleh: Ni Kadek Ayu Sumita Dwi Anjani
MENGAPA tulisan “praktek dokter” masih sering ditemukan pada papan nama klinik, rumah sakit, maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya? Padahal, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk baku yang benar adalah “praktik dokter”. Fenomena ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar masih perlu mendapatkan perhatian di tengah masyarakat.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang seharusnya digunakan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam praktiknya, masyarakat masih sering menggunakan kata tidak baku karena sudah terbiasa mendengar dan memakainya sejak lama. Akibatnya, bentuk yang kurang tepat justru dianggap benar dan terus digunakan secara berulang.
Selain kata “praktek”, terdapat pula beberapa contoh penggunaan kata tidak baku lain yang masih sering dijumpai, seperti “ijin” yang seharusnya “izin”, “resiko” yang seharusnya “risiko”, serta “analisa” yang bentuk bakunya adalah “analisis”. Kesalahan-kesalahan tersebut terlihat sederhana, tetapi jika terus dibiarkan dapat mengurangi kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah.
Oleh karena itu, diperlukan adanya pembinaan bahasa kepada masyarakat secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut dapat dilakukan melalui langkah sederhana, seperti memasang poster edukasi mengenai kata baku, menggunakan tulisan “praktik dokter” pada papan informasi rumah sakit dan klinik, serta membuat konten media sosial yang membahas penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Guru, tenaga kesehatan, dan petugas pelayanan masyarakat juga perlu membiasakan penggunaan kata baku dalam komunikasi sehari-hari agar masyarakat semakin terbiasa mendengar dan menggunakan bentuk yang benar.
Melalui pembinaan bahasa tersebut, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan kata “praktik dokter” sesuai kaidah bukan hanya menunjukkan ketepatan berbahasa, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan warisan bangsa yang harus dijaga bersama. ***
