DENPASAR – Mahasiswi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Ni Nyoman Rista Anggreni, sukses mencuri perhatian dengan menembus lima besar dalam ajang Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026. Tak hanya itu, ia juga berhasil menyabet predikat sebagai Duta Intelegensia dalam kompetisi yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (7/4).
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) Widyadari UPMI Bali, yang kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan generasi muda.
Pemilihan Duta GenRe tahun ini mengusung tema “Nanda Jagra Buwana,” yang menekankan pentingnya peran generasi muda tidak hanya sebatas memahami konsep, tetapi juga mampu mewujudkan perubahan sikap serta aksi nyata. Melalui tema tersebut, remaja diharapkan semakin sadar, peduli, dan berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Ni Nyoman Rista Anggreni merupakan mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi UPMI Bali. Keberhasilannya menembus lima besar sekaligus meraih predikat intelegensia menjadi bukti kapasitas akademik sekaligus kualitas personal yang dimiliki.
Rista mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan juga tanggung jawab untuk membawa nama baik kampus dan memberikan kontribusi nyata bagi remaja.
“Bisa lolos hingga lima besar dan mendapatkan atribut Duta Intelegensia merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi saya. Ini bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga bagaimana saya bisa memberikan dampak positif, khususnya bagi remaja di Kota Denpasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang sesuai kapasitas yang dimiliki. Rista juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap proses seleksi Duta GenRe yang dinilainya tidak hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
“Harapan saya, Duta GenRe ke depannya dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir nyata di tengah remaja—menjadi teman, pendengar, sekaligus motivator,” imbuhnya. (HUMAS)
