Seminar Seni Pertunjukan Nusantara Dorong Dosen Sendratasik Jadi Cendekiawan Seni

DENPASAR – Menjadi dosen di Program Studi Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) hendaknya tidak hanya menjadi pegiat seni. Akan sangat baik sekali apabila mereka mampu tampil sebagai cendekiawan seni.

Demikian harapan yang disampaikan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., dalam sambutannya saat membuka acara seminar  “Seni Pertunjukan Nusantara sebagai Wahana Literasi Multikultural dalam Pendidikan Seni” di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Sabtu (24/1).

“Ini seperti bangun dari tidur yang lama,” ujarnya.

Dikatakan, seminar ini menjadi ruang refleksi dan kebangkitan intelektual bagi insan akademik seni dalam merespons tantangan pendidikan multikultural di era global. Seminar dihadiri dosen dan mahasiswa Sendratasik UPMI Bali, mahasiswa Seni Tari Keagamaan Hindu Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, serta mahasiswa Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah I Wayan Sudirana, S.Sn., M.A., Ph.D., dosen ISI Bali yang dikenal kompeten di bidang seni pertunjukan dan merupakan lulusan University of British Columbia.

Dalam pemaparannya, Sudirana mengangkat materi seni pertunjukan Nusantara sebagai literasi multikultural melalui film Samsara. Ia menjelaskan bahwa film tersebut merepresentasikan nilai-nilai multikultural yang relevan dengan konteks pendidikan seni saat ini.

“Relevansi dalam pendidikan seni mencakup model pembelajaran berbasis pengalaman estetik, integrasi film, musik, tari, dan kajian budaya, serta penguatan identitas lokal dalam konteks global,” jelas Sudirana.

Menariknya, seminar ini juga melibatkan mahasiswa sebagai narasumber. Tiga mahasiswa lintas perguruan tinggi, yakni Komang Dedy Kurniawan Putra (UPMI Bali),  Ni Made Wulan Asmita Sari (UNHI), dan I Gede Aditya Putra Nugraha S.(ISI Bali), mempresentasikan hasil penelitian mereka sebagai bagian dari tugas akhir seminar.

Dalam rangkaian kegiatan seminar, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) antara UPMI Bali dengan UNHI dan ISI Bali. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan pendidikan seni antar perguruan tinggi.

Penulis: Mira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *