Oleh: Ni Kadek Intan Karunia Dewi *
PROGRAM magang merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa semester lima Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung di dunia kerja dan mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Salah satu lembaga yang menjadi tempat pelaksanaan magang adalah Radio Republik Indonesia (RRI), lembaga penyiaran publik yang telah berdiri sejak tahun 1945 dan tetap relevan di tengah perkembangan era digital.
Radio Republik Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya dalam menyampaikan berita dan informasi yang aktual melalui berbagai saluran siaran. Selain itu, RRI juga menyajikan beragam program hiburan, seperti musik dan podcast, yang tidak hanya bersifat informatif tetapi juga edukatif dan menghibur. Bagi masyarakat, mendengarkan siaran RRI dapat menjadi sarana relaksasi sekaligus media untuk memperoleh informasi yang terpercaya.
Pengalaman magang di RRI memberikan wawasan praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa. Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, pengalaman magang menjadi salah satu keunggulan yang dapat menunjang kesiapan karier di masa depan. Melalui kegiatan magang, mahasiswa tidak hanya memahami teori secara konseptual, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teori tersebut diterapkan dalam praktik sehari-hari di lingkungan kerja profesional.
Salah satu kegiatan utama yang dilakukan selama magang di RRI adalah pembuatan berita lempang. Berita lempang merupakan laporan peristiwa yang disampaikan secara langsung, singkat, padat, dan lugas dengan menerapkan unsur 5W+1H, yaitu apa, kapan, di mana, siapa, mengapa, dan bagaimana. Ciri utama berita lempang adalah penyampaian inti persoalan secara ringkas tanpa bertele-tele, hanya menampilkan fakta yang relevan dan mudah dipahami oleh pendengar.
Melalui proses pembuatan berita lempang, mahasiswa dilatih keterampilan dasar penulisan berita yang profesional dan objektif. Secara umum, pengalaman menulis berita lempang memberikan landasan yang kuat bagi mahasiswa magang untuk berkembang menjadi jurnalis yang kompeten. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori jurnalistik, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan inti yang dibutuhkan dalam dunia kerja, mulai dari proses peliputan, penulisan, hingga publikasi berita.
Selain itu, mahasiswa juga belajar menghadapi berbagai tantangan di lapangan, seperti melakukan wawancara dengan narasumber, mencari dan memverifikasi fakta suatu isu, serta menulis berita di bawah tekanan tenggat waktu. Pengalaman tersebut tidak hanya menambah pengetahuan dan wawasan, tetapi juga melatih ketahanan mental serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyikapi informasi.
Kompetensi jurnalistik tidak cukup hanya didasarkan pada kemampuan menulis atau berbicara di depan mikrofon. Mahasiswa juga dituntut untuk mampu mengelola informasi secara cepat, akurat, dan etis di tengah arus informasi yang sangat deras dan sering kali simpang siur. Oleh karena itu, latihan melalui produksi berita lempang menjadi sangat penting karena menuntut ketelitian tinggi, penguasaan struktur penulisan, serta kedisiplinan dalam mengolah fakta.
Radio Republik Indonesia sebagai lembaga penyiaran publik yang telah berkiprah sejak masa kemerdekaan menawarkan ekosistem pembelajaran jurnalistik yang bernilai strategis. Melalui kegiatan produksi berita lempang di lingkungan RRI, mahasiswa tidak hanya diasah dari sisi teknis, tetapi juga dibentuk dari sisi sikap dan nilai-nilai jurnalistik yang luhur. Dengan demikian, kegiatan magang ini bukan sekadar rutinitas media, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional, beretika, dan siap menghadapi tantangan jurnalistik di era digital. Mahasiswa dengan kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas demokrasi dan meningkatkan literasi informasi masyarakat Indonesia.
*Penulis adalah Mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali
