PROGRAM Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali kembali berkolaborasi lewat kegiatan kuliah umum tahunan. Acara yang berlangsung di Auditorium Redha Gunawan, Rabu (23/7) ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen dari kedua program studi di bawah naungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPMI Bali.

Sesuai temanya, “Mempersiapkan Pendidik STEM: Peran Deep Learning dalam Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran”, kuliah umum tahun ini fokus ppemahaman ada deep learning dalam mendukung inovasi pembelajaran di era digital.
Dalam sambutannya sebelum membuka acara, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dr. I Gusti Putu Ngurah Adi Santika, S.Pd., M.Fis., menekankan urgensi peningkatan kompetensi pendidik abad ke-21. “Sebagai calon guru, mahasiswa perlu memahami STEM ( Science, Technologi, Engineering, Mathematics ) dan integrasi pendekatan terkini seperti deep learning agar mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan kontekstual,” ujarnya.
Kuliah umum menghadirkan dua narasumber pakar di bidang Pendidikan yang berpengalaman mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis STEM dan pendekatan deep Learning . Ni Putu Wiwik Kusuma Dewi, S.Pd., M.Pd., dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar menyebutkan deep learning bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini”. Di sisi lain, Gede Eka Juni Purwasila, S.T., M.Pd., guru SMP Kristen 1 Harapan, menyatakan STEM bukan sekadar gabungan empat disiplin ilmu, tapi sebuah cara berpikir dan pendekatan yang mendorong siswa untuk kreatif, kolaboratif, dan mampu merancang solusi nyata.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, yang diperkaya dengan diskusi interaktif. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa mengenai tren pendidikan masa kini, tetapi juga menginspirasi mereka untuk terus mengembangkan diri sebagai pendidik yang adaptif dan inovatif.
Penulis: Mira