Oleh: Ni Komang Dian Yuliasih*
RADIO masih menjadi salah satu media massa yang masih berdekatan kuat dengan masyarakat. Melalui suara, radio dapat menyampaikan informasi, hiburan, dan edukasi secara langsung dan mudah diakses oleh berbagai pendengar di manapun. Salah satunya adalah keberadaan Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar. Menjadi satu kesempatan yang berharga ketika penulis berkesempatan magang di RRI Denpasar, untuk memahami secara langsung bagaimana proses penyiaran berlangsung dan bagaimana penyiar belajar menyapa masyarakat pendengar dengan baik dan pendengar agar merasakan nyaman serta ikut merasakan keindahan suara.
Selama menjalani magang di RRI, penulis ditempatkan di bagian siaran yang berhubungan langsung dengan proses produksi program radio. Selain di bagian siaran penulis juga diajarkan membuat berita lempang, voxpop, filler dan vr. Pada tahap awal, penulis diperkenalkan dengan lingkungan kerja, jadwal siaran, serta tugas-tugas dasar seperti membantu persiapan siaran, menyusun pertanyaan, dan mengamati jalannya siaran secara langsung. Dari kegiatan tersebut, penulis mulai memahami bahwa siaran radio tidak hanya berbicara di depan mikrofon, tetapi penulis juga memerlukan persiapan yang matang seperti menjaga sikap profesional, menguasai materi, dan percaya diri.
Salah satu prose pembelajaran utama selama magang adalah cara menyapa masyarakat pendengar melalui siaran radio. Penyiar dituntut untuk menggunakan bahasa yang sopan, jelas, dan mudah dipahami oleh semua kalangan. Selain itu, penyiar harus mampu menciptakan suasana yang hangat agar pendengar merasa dekat dan dihargai serta komunikasi terarah. Penulis belajar bahwa intonasi suara, pemilihan kata, dan sikap profesional sangat memengaruhi kualitas siaran. Kesalahan kecil dalam berbicara akan berdampak pada pemahaman pendengar, sehingga ketelitian menjadi hal yang sangat penting dalam melakukan siaran agar siaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan topik yang dibahas.
Pengalaman magang juga dapat memberikan pemahaman tentang tanggung jawab sosial seorang penyiar. Sebagai salah satu media publik, RRI harus menyampaikan informasi yang akurat, dipercaya dan bertanggung jawab. Maka dari itu, setiap materi siaran perlu diseleksi dan disiapkan dengan baik sebelum disampaikan kepada pendengar. Penulis belajar bahwa menyapa pendengar bukan sekadar formalitas pembuka acara, tetapi bentuk komunikasi yang mencerminkan kredibilitas lembaga penyiaran. Penyiar harus memiliki sikap netral, sopan santun, dan menghargai pendengar menjadi hal utama dalam siaran.
Magang di RRI Denpasar juga dapat melatih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dalam dunia kerja. Jadwal siaran yang ketat menuntut setiap tim untuk datang tepat waktu bahkan 30 menit sebelum jadwal tim sudah harus siap di tempat siaran dan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing. Dari sanalah penulis menyadari bahwa keberhasilan satu siaran tidak hanya dilihat pada penyiar saja, tetapi kepada kerja sama antara operator, produser, presenter serta tim pendukung lainnya.
Pengalaman ini dapat memberikan gambaran nyata bagi penulis tentang dunia kerja di bidang penyiaran radio. Bukan hanya teknis tentang penyiaran, tetapi juga memahami nilai komunikasi, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam media publik.
*Penulis adalah Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesai, Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali
