RRI Denpasar sebagai Laboratorium Hidup Pembelajaran Jurnalistik

Oleh: I Made Doni Junanda Putra*

RADIO Republik Indonesia (RRI) Denpasar memiliki peran strategis sebagai media penyiaran publik yang tidak hanya menyampaikan informasi aktual, tetapi juga berkontribusi dalam edukasi masyarakat lokal hingga nasional. Bagi mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali yang berkesempatan magang di sini, RRI Denpasar menjadi ruang belajar yang nyata—bukan sekadar stasiun radio, melainkan laboratorium hidup untuk mengasah keterampilan komunikasi dan jurnalistik.

Melalui keterlibatan langsung dalam ekosistem kerja profesional, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori jurnalistik secara konseptual, tetapi juga menyaksikan dan mengalami bagaimana proses produksi informasi dijalankan secara sistematis, mulai dari kerja redaksi hingga penyiaran di bilik siar. Pengalaman ini mempertemukan dunia akademik dengan realitas praktik media.

Dua kompetensi utama yang menjadi fokus pengembangan selama magang adalah produksi berita lempang dan voxpop. Dalam pembuatan berita lempang, mahasiswa dilatih menyusun laporan peristiwa secara singkat, padat, dan lugas dengan mengacu pada prinsip 5W + 1H. Proses ini menuntut ketelitian dalam memilah fakta yang relevan agar pesan dapat dipahami pendengar radio dalam keterbatasan durasi siaran. Kegiatan ini membentuk dasar profesionalisme mahasiswa dalam menulis berita yang objektif dan bertanggung jawab.

Sementara itu, melalui produksi voxpop, mahasiswa diajak turun langsung ke lapangan untuk menangkap suara publik. Mereka belajar berinteraksi dengan beragam karakter masyarakat, membangun pendekatan yang humanis, serta menyusun pertanyaan yang mendorong jawaban jujur dan spontan. Voxpop memberikan dimensi sosial pada pemberitaan, menjadikan siaran lebih hidup karena menghadirkan perspektif langsung dari masyarakat.

Pengalaman magang di RRI Denpasar pada akhirnya menjadi investasi penting bagi mahasiswa di era digital yang serba cepat. Di bawah tekanan tenggat waktu, mereka dilatih mengelola informasi secara akurat, etis, dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar memenuhi tuntutan akademik, proses ini membentuk ketangguhan mental, kepekaan etis, serta kesadaran akan peran jurnalis dalam menjaga kualitas demokrasi dan meningkatkan literasi informasi masyarakat Indonesia.

*Penulis adalah Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesai, Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *