Dari Ruang Produksi hingga Ruang Siar: Pengalaman Magang di RRI Denpasar

Oleh: Ni Luh Made Intan Kharisma Putri

KEGIATAN magang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja. Melalui program magang yang diikuti oleh mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah UPMI Bali di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam bidang jurnalistik dan kepenyiaran. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga melatih keterampilan profesional, etika kerja, serta kepekaan terhadap dinamika dunia penyiaran.

Pada awal kegiatan, peserta magang diperkenalkan dengan berita lempang dan bagaimana caranya membuat. Berita lempang merupakan berita yang disajikan secara singkat, padat, dan langsung ke inti dari informasi. Dalam proses pembuatan berita lempang diawali dengan mendengarkan siaran dialog di berbagai programma yang ada di RRI Denpasar. Biasanya membuat berita lempang mengambil 15 menit pertama dari siaran karena narasumber menyampaikan topik dan inti sebuah permasalahan. Apabila lewat dari 15 menit pertama biasanya sudah tidak menyampaikan inti dari permasalah tersebut. Setelah selesai mendengarkan siaran dilanjutkan membuat naskah. Naskah yang sudah selesai biasanya akan di revisi dari redaktur yang bertugas hari itu agar berita bisa disiarkan oleh penyiar di berbagai programa yang ada.

Kegiatan selanjutnya praktik membuat vox pop atau voice of the people merupakan kegiatan yang berisi pendapat dari masyarakat mengenai suatu isu atau topik terkini. Di RRI vox pop biasanya digunakan untuk menggali opini atau ide dari masyarakat mengenai berbagai fenomena yang ada. Saat melakukan pengeditan audio vox pop menjadi pembelajaran yang penting bagi mahasiswa magang, seperti apa audio yang layak untuk disiarkan dan bagaimana cara masyarakat memahami vox pop tersebut.

Selain membuat vox pop, mahasiswa magang juga diajari cara membuat filler, tentu terasa asing ditelinga karena belum pernah mendengar istilah tersebut. Filler berisi informasi singkat atau pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Keberadaan filler biasanya mengisi jeda siaran agar tidak terjadi kekosongan. Filler sendiri mempunyai fungsi untuk menyampaikan informasi yang mudah diterima oleh masyarakat. Filler harus disusun secara ringkas, jelas dan menarik bagi pendengar. Pengalaman yang didapatkan mengajarkan jika penguasaan teknik vokal sangat penting agar pesan tidak membosankan bagi pendengar.

Penulis juga memperoleh pengalaman membuat voice report yang bersumber dari siaran dialog pagi maupun siang. Voice report digunakan untuk melaporkan peristiwa yang terjadi dengan menekankan kejelasan informasi, ketepatan fakta, dan intonasi suara yang sesuai dengan situasi peristiwa. Dari kegiatan magang, penulis memahami jika kekuatan voice report terletak pada narasi yang disampaikan serta kehadiran reporter sebagai saksi di lapangan. Oleh karena itu, seorang reporter tidak hanya dituntut menguasai teknik peliputan, tetapi juga keterampilan berbicara dan penggunaan bahasa jurnalistik yang baik.

Kegiatan inti dalam program magang adalah siaran radio. Penulis terlibat langsung sebagai pengisi suara, pendamping penyiar, serta pendamping presenter utama dalam siaran yang juga terhubung secara langsung melalui kanal YouTube RRI Denpasar. Pengalaman siaran memberikan banyak pembelajaran, seperti berinteraksi dengan narasumber, menjaga ketenangan saat siaran berlangsung, serta mengatasi rasa gugup yang muncul pada siaran pertama. Melalui pengalaman ini, penulis belajar bahwa koordinasi dengan tim, seperti penyiar, operator siaran, dan produser, sangat penting untuk menjaga kelancaran siaran.

Secara keseluruhan, kegiatan magang di RRI Denpasar memberikan pemahaman mendalam mengenai etika penyiaran dan peran radio sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat. Selain itu, penulis juga memperoleh pengalaman lapangan sebagai reporter, mulai dari peliputan hingga pengolahan informasi untuk disiarkan. Pengalaman magang ini memberikan dua bekal penting sekaligus, yaitu kompetensi di bidang jurnalistik dan kepenyiaran. Bekal tersebut menjadi modal berharga bagi penulis dalam mengembangkan kemampuan akademik dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

*Penulis adalah Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *