Wisuda UPMI Bali: Dari Lulus Tanpa Skripsi hingga IPK Hampir Sempurna

DENPASAR – Senin (25/8) menjadi hari istimewa bagi 204 lulusan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali. Bertempat di Hotel Prama Sanur Beach Bali, mereka resmi dikukuhkan dalam Wisuda Sarjana XLVIII dan Magister II, sekaligus perayaan Dies Natalis ke-42 kampus yang lahir dari penggabungan IKIP PGRI Bali dan STIMIK Denpasar.

Sorak bangga keluarga dan senyum haru para wisudawan mewarnai prosesi yang dipimpin Ketua Senat UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana. Dari 204 wisudawan, 190 orang berasal dari program sarjana dan 14 ornag dari program magister. Sejak berdiri, total alumni kampus ini kini telah mencapai 25.518 orang.

Wisuda kali ini mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, mahasiswa lulus tanpa skripsi. Lima orang menuntaskan studi lewat proyek inovatif: dua menghasilkan buku kumpulan cerpen dan berita, tiga lainnya menghasilkan karya seni rupa termasuk desain batik yang ditampilkan melalui pergelaran busana saat wisuda. Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, menyebut langkah ini sebagai terobosan agar kampus lebih adaptif terhadap Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023.

Di balik euforia itu, ada kisah membanggakan dari para “bintang kelas.” Empat wisudawan dinyatakan sebagai peraih prestasi pemuncak dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hampir sempurna, 3,99. Mereka adalah Bagas Febriano Imanuel Hinggijata (Pendidikan Ekonomi), Dwi Prinicila Pramesuari (Pendidikan Matematika), Desak Ayu Dwipa Diana Riska (Pendidikan Matematika), serta I Komang Dodik Muliarta dari Magister Pendidikan Bahasa Indonesia.

Wisudawan dengan prestasi IPK Tertinggi dari masing-masing progran studi

Tak hanya merayakan pencapaian akademik, UPMI Bali juga menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan tinggi. Prof. Suarta menyampaikan, tahun akademik 2025/2026, kampus menyediakan 100 kursi beasiswa penuh lewat program Satu Keluarga Satu Sarjana. Penerima tidak hanya gratis kuliah, tetapi juga mendapat uang saku Rp1,4 juta per bulan.

“Dengan inovasi dan dukungan beasiswa ini, kami ingin menjadikan UPMI Bali sebagai kampus unggul dan kompetitif, berlandaskan tri hita karana,” tegasnya.

Perayaan Dies Natalis ditutup dengan pemotongan tumpeng dan orasi ilmiah oleh Dr. Dr. Anak Agung Gde Alit Geria, M.Si. berjudul “Ekalawya dan Anggreni Berguru: Sebuah Renungan Teks Mahabharata”. Turut memberikan sambutan sekaligus menyemanagti civitas akademika UPMI Bali, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Artanegara, S.H., M.H., M.Pd. dan Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN.Eng.. (HUMAS)

Pemotongan tumpeng menandai Dies Natalis ke-42 UPMI Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *