FBS UPMI Bali Lepas Lulusan Pertama dengan Tugas Akhir Nonskripsi

DENPASAR – Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali kini bisa lulus tanpa harus membuat skripsi. Untuk pertama kalinya, tugas akhir berbentuk proyek inovatif —dari karya sastra dan jurnalistik hingga seni rupa—resmi menjadi jalur kelulusan.

Kali pertama, FBS UPMI Bali melepas lulusan pertama yang membuat tugas akhir nonskripsi saat pelepasan Sarjana angkatan XLIX dan Magister angkatan II, di Auditorium Redha Gunawan, Kampus UPMI Bali, Denpasar, Senin (11/8). Acara ini menjadi penanda resmi kelulusan sekaligus apresiasi bagi mahasiswa yang telah menuntaskan studi.

Dekan FBS, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., menyebut pelepasan kali ini istimewa karena untuk pertama kalinya mahasiswa Sarjana lulus dengan tugas akhir nonskripsi. Dua mahasiswa PBID menyelesaikan studi melalui proyek inovatif karya sastra dan jurnalistik, sementara tiga mahasiswa Pendidikan Seni Rupa menghasilkan proyek inovatif seni rupa seperti desain batik.

Dijelaskan, kebijakan ini merupakan implementasi Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang membolehkan tugas akhir berbentuk skripsi, prototipe, proyek, atau karya lain sesuai capaian pembelajaran. UPMI Bali menindaklanjutinya melalui Keputusan Rektor No. 0030/UPMI/I/2025, yang mengatur ragam bentuk tugas akhir di FBS, mulai dari tesis, skripsi, proyek inovatif sastra/jurnalistik, seni pertunjukan, seni rupa, publikasi ilmiah, hingga penyetaraan prestasi kejuaraan.

Menurut Sujaya, kebijakan ini membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa menunjukkan kompetensi melalui karya nyata yang relevan dengan dunia kerja.

“Ini adalah terobosan, sebuah babak baru dalam pendidikan tinggi yang lebih fleksibel, relevan, dan berorientasi masa depan. Inovasi ini tidak mengurangi kualitas akademik, justru memperkaya cara kita menilai kecakapan lulusan,” ujarnya.

Dengan langkah ini, FBS UPMI Bali berharap lulusan tidak hanya berbekal ijazah, tet api juga portofolio karya yang bermanfaat dan berdampak langsung di masyarakat.

Ketua panitia, Dr. Ni Luh Gede Liswahyuningsih, S.S., M.Hum. menjelaskan pelepasan ini merupakan pengakuan akademik terhadap capaian mahasiswa, sekaligus melepas mereka menuju jenjang berikutnya. Pada periode ini FBS melepas 86 calon wisudawan. Peserta terdiri dari 14 calon wisudawan Magister (S2) Pendidikan Bahasa Indonesia dan 72 calon wisudawan Sarjana (S2). Rinciannya, 24 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), 40 orang dari Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, serta 8 orang dari Prodi Pendidikan Seni Rupa. Angka tertinggi diraih Kadek Windari (PBID) dengan IPK 3,95.

Turut hadir menyaksika acara pelepasan, Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. beserta jajaran, pejabat di lingkungan UPMI Bali, dan Ketua Yayasan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Artanegara, S.H., M.H. (HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *